Postingan

Analisis Konflik Lingkungan yang Ditimbulkan dari Kebijakan Reklamasi Teluk Benoa di Bali

Mahesa Aldy Akasya Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Gunadarma. Email: aldyakasyaa10@gmail.com PENDAHULUAN Timbulnya kebijakan untuk melakukan reklamasi terhadap Teluk Benoa menimbulkan konflik antara pihak yang pro terhadap reklamasi dan pihak yang kontra terhadap reklamasi. Munculnya kebijakan untuk mereklamasi kawasan Tanjung Benoa ini memiliki sejarah kronologi yang panjang. Dimulai dengan penandatangan Mou antara pihak PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) dengan Universitas Udayana pada tanggal 12 September 2012 guna dilaksanakannya kajian kelayakan dan AMDAL dalam rangka reklamasi Teluk Benoa. Setelah dilakukannya presentasi oleh tim LPPM UNUD sebanyak dua kali di BAPPEDA maka Gubernur Bali pun menerbitkan SK 2138/02-C/HK/2012 tentang Izin dan Hak Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa.                                    ...

JURNAL

Gambar
PERENCANAAN KEBUTUHAN AIR PADA AREAL IRIGASI BENDUNG WALAHAR      ABSTRAK     Perencanaan kebutuhan air untuk areal irigasi dilakukan untuk mengetahui kebutuhan air yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Sumber air yang diperoleh untuk pemenuhan kebutuhan air berasal dari Bendung Walahar. Hasil dari perencanaan kebutuhan air dapat juga digunakan untuk membuat simulasi pola tanam. Pola tanam sangat membantu para petani dalam menentukan waktu penanaman yang efektif dan efisien.    Perhitungan kebutuhan air tanaman diolah dari data klimatologi dan data curah hujan yang hasilnya berupa debit kebutuhan. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air untuk tanaman diperoleh debit kebutuhan rata-rata 0,65 m 3 /detik – 9,59 m 3 /detik, sedangkan air yang tersedia atau debit tersedia di Bendung Walahar 183,90 m 3 /detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air yang tersedia di Bendung Walahar dapat memenuhi kebutuhan air tanaman. ...